FRANKFURT, Germany - Timnas Jerman akan bermain melawan Arab
Saudi dalam pertandingan persahabatan terakhirnya, sebelum memulai laga
perdananya di Piala Dunia 2018 Russia.
![]() |
| Selebrasi para pemain Timnas Jerman usai Sebastian Rudy mencetak gol : foto by google |
Federasi sepak bola Jerman (DFB) mengatakan, tim asuhan
Joachim Loew akan bermain melawan Arab Saudi, yang juga akan ambil bagian dalam
turnamen Piala Dunia tahun ini, sebagai pertandingan persahabatan terakhirnya.
Laga spesial tersebut akan dilaksanakan di Leverkusen pada 8 Juni 2018, enam
hari setelah menghadapi Austria di Klagenfurt, Austria.
Posisi Jerman yang merupakan jawara Piala Dunia 2014 memang
mempunyai tekanan tersendiri untuk dapat
terus bermain apik di gelaran Piala Dunia Russia tersebut dan mampu
mempertahankan predikat juara yang tengah disandangnya. Dan untuk terus
mempertahankan dan meningkatkan kualitas bermain mereka, salah satunya yaitu
dengan cara melakukan pertandingan persahabatan seperti ini.
Loew mengatakan, "Di Arab Saudi kita akan menghadapi cara bermain dan mentalitas yang berbeda, yang kita tidak tahu betul tapi harus tetap dapat menyesuaikan diri di Piala Dunia. Saya berasumsi Arab Saudi tidak akan memberi kami hadiah apapun, terutama karena tim akan memainkan pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Rusia beberapa hari kemudian."
Loew mengatakan, "Di Arab Saudi kita akan menghadapi cara bermain dan mentalitas yang berbeda, yang kita tidak tahu betul tapi harus tetap dapat menyesuaikan diri di Piala Dunia. Saya berasumsi Arab Saudi tidak akan memberi kami hadiah apapun, terutama karena tim akan memainkan pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Rusia beberapa hari kemudian."
Dengan bermain melawan negara yang berbeda-beda tentunya tim
pun akan menghadapi cara bermain yang berbeda pula. Hal ini bertujuan untuk terus
dapat menyesuaikan diri dan mampu dengan mudah membaca ritme permainan lawan
yang tentunya memiliki strategi bermain yang beragam.
Presiden DFB Reinhard Grindel merujuk pada situasi politik
yang melibatkan Arab Saudi, dengan mengatakan, "Kami tahu tentang situasi
hak asasi manusia yang sulit di negara ini dan tentang konflik regional. Meski
begitu, pihak asing mendorong kami untuk terus maju dengan game ini. Arab Saudi
mengalami proses keterbukaan yang luar biasa, yang didukung oleh banyak negara
Eropa."
Dengan adanya pernyataan tersebut. Selain sebagai laga persahabatan, pertandingan ini tentu akan banyak berpengaruh pada hubungan politik dan pemerintahan kedua belah pihak Negara agar semakin erat. Sementara itu gelaran Piala Dunia ini baru akan dimulai pada 14 Juni di Russia dengan pertandingan pembukanya yaitu Russia vs Arab Saudi pada 14 Juni 2018 pukul 22.00 WIB.
Dengan adanya pernyataan tersebut. Selain sebagai laga persahabatan, pertandingan ini tentu akan banyak berpengaruh pada hubungan politik dan pemerintahan kedua belah pihak Negara agar semakin erat. Sementara itu gelaran Piala Dunia ini baru akan dimulai pada 14 Juni di Russia dengan pertandingan pembukanya yaitu Russia vs Arab Saudi pada 14 Juni 2018 pukul 22.00 WIB.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar